28 January 2026
SURAKARTA - Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Surakarta menggelar Diskusi Kelompok Terbatas (DKT) bertema "Penguatan SDM Unggul dan Jejaring untuk Pariwisata dan Ekonomi Inklusif". Forum ini merupakan bagian dari rangkaian proses perencanaan pembangunan daerah untuk tahun 2027, yang berfokus pada penguatan kualitas sumber daya manusia sekaligus pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi yang inklusif di Kota Surakarta.
Forum ini dimaksudkan sebagai ruang untuk menghimpun gagasan, data, dan masukan dari berbagai pemangku kepentingan lintas sektor terkait strategi penguatan SDM dan perluasan jejaring pariwisata daerah. Tujuannya adalah merumuskan langkah-langkah konkret yang dapat memperkuat daya saing dan keberlanjutan pembangunan Kota Surakarta, sekaligus memastikan arah kebijakan tahun 2027 selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Tahap I 2025–2029 serta Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Surakarta 2025–2029.
Kegiatan ini ditujukan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, kalangan akademisi, pelaku usaha di sektor pariwisata, serta unsur masyarakat dan komunitas yang memiliki kepentingan langsung terhadap isu pengembangan SDM dan ekonomi daerah. Keterlibatan lintas sektor ini penting agar strategi yang dirumuskan benar-benar mencerminkan kebutuhan riil di lapangan.
Secara teknis, forum ini dilaksanakan dalam bentuk diskusi kelompok yang mempertemukan berbagai pihak untuk saling bertukar gagasan, memaparkan tantangan, serta merumuskan rekomendasi kebijakan secara bersama-sama. Pendekatan diskusi kelompok dipilih agar setiap peserta dapat berkontribusi aktif, bukan hanya menjadi peserta pasif dalam proses perencanaan.
Melalui forum ini, BPKAD Kota Surakarta berharap dapat lahir ekosistem pariwisata dan ekonomi yang lebih inklusif, adaptif terhadap perubahan zaman, serta mampu menciptakan lapangan kerja dan peluang usaha baru. Pada akhirnya, hasil diskusi ini diharapkan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat luas di Kota Surakarta, sekaligus memperkuat posisi Solo sebagai kota tujuan wisata yang berdaya saing di tingkat regional maupun nasional.